Assalamu'alaikum wr,wb.. kali ini saya akan share sedikit pengalaman liburan singkat ketika pulang kampung ke Sumedang. Sumedang adalah kampung halaman istri saya. Sehari sebelum saya kembali ke Jakarta, kaka sepupu istri saya mengajak untuk berwisata ke salah satu objek wisata yang ada di daerah Sumedang, yaitu Kampung Karuhun.
Perjalanan kami tempuh dari kota sumedang cukup singkat sekali, karena jarak dari kota sumedang ke kampung karuhun tidak terlalu jauh, kurang lebih jika perjalanan normal bisa ditempuh dengan waktu 15 menit saja. Kebetulan hari itu adalah hari libur tahun baru 2018 tepatnya tanggal 1 Januari 2018, perjalanan kami terhambat oleh macetnya rute yang kami tuju. Jalan yang tidak terlalu lebar, volume kendaraan yang begitu banyak, serta banyaknya objek wisata di jalur sebelum arah kampung karuhun membuat kami harus bersabar dan terpaksa memparkirkan kendaran dipinggir jalan kurang lebih 1 km sebelum kampung karuhun. Otomatis kami harus melanjutkan perjalanan menuju objek yang kami tuju dengan berjalan kaki.
Lelah yang kami rasakan terhapuskan ketika kami sampai di kampung karuhun. Udara yang sejuk, asri dan masih alami membuat kami merasa fresh kembali.
Jika dideskripkisan, saya menafsirkannya bahwa disini merupakan hutan alami, yang ditumbuhi pohon-pohon tinggi menjulang, dimana dibawahnya ada arus sungai, kemudian dipinggirnya dibuat tempat-tempat makan/lesehan, keatasnya ada kolam renang, kolam permainan anak dan objek-objek lain yang bisa digunakan untuk berfoto. Salah satu yang menarik adalah sepotong perahu yang berada di pinggir jurang diatas sungai seperti yang terlihat pada gambar diatas.
Iringan musik dan lgu-lagu sunda menambah kesan mendalam bahwa kami sedang berada di tatar sunda. Menarik bawa di tepi sungan dibawah hutan ada iringan lagu sunda menjadikan tempat ini benar-benar memiliki daya tarik tersendiri.
Yang menambah daya jual disini selain nuansa alamnya juga masakan yang disediakan begitu nikmatnya. Kami pesan ikan dan ayam bakar, sungguh nikmatnya luar biasa. bagi pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan tempat, karena disini lesehannya sangat banyak sekali dan tidak ada aturan yang singgah dilesehan harus membeli makanan. Artinya tidak beli makananpun tetap bisa menggunakan lesehan yang ada di pinggir sungai.
Dipinggir lesehan ada kolam kecil yang bisa digunakan untuk bermain speda air, jadi rasanya kami tak perlu khawatir ketika ada adik, anak atau saudara kami terutama anak kecil yang bermain di sungai maupun di kolam speda air, karena dua-duanya bisa diawasi dari tempat kami singgah (lesehan).
Yang menambah daya jual disini selain nuansa alamnya juga masakan yang disediakan begitu nikmatnya. Kami pesan ikan dan ayam bakar, sungguh nikmatnya luar biasa. bagi pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan tempat, karena disini lesehannya sangat banyak sekali dan tidak ada aturan yang singgah dilesehan harus membeli makanan. Artinya tidak beli makananpun tetap bisa menggunakan lesehan yang ada di pinggir sungai.
Dipinggir lesehan ada kolam kecil yang bisa digunakan untuk bermain speda air, jadi rasanya kami tak perlu khawatir ketika ada adik, anak atau saudara kami terutama anak kecil yang bermain di sungai maupun di kolam speda air, karena dua-duanya bisa diawasi dari tempat kami singgah (lesehan).
Satu tempat yang unik juga, ada namanya Gembok Cinta. Tidak jelas apa makna dari gembok cinta ini, namun sepertinya hanya sebatas pajangan atau pemanis di wisata tersebut saja.
Selain suasana dan arena yang sudah dijelaskan diatas, disini juga disediakan wahana untuk outbond.
Selain suasana dan arena yang sudah dijelaskan diatas, disini juga disediakan wahana untuk outbond.
Tarif masuk ke Kampung karuhun untuk dewasa adalah Rp 20.000 dan untuk anak-anak Rp 10.000
itulah sekilah info dari pengalaman saya berkunjung ke kampung Karuhun, semoga bisa menjadi salah satu referensi untuk berlibur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar